28 Januari 2009

Senyum bahagia Sang Pengantin . . .

Pernikahan Tante Anis dan Oom Deny di Tasikmalaya

Akhir Desember 2008 (tepatnya tanggal 26 Desember 2008), kami semua pergi ke Tasikmalaya. Tante Anis dan Oom Deny mau menikah. Rombongan yang berangkat dari Depok ada 5 mobil dengan kapasitas 7 orang di setiap mobil. Jadi, ya lumayan ramai bangetttt. Selain penuh dengan orang, mobil juga penuh dengan tas yang dibawa + pernak-perniknya.
Jam 10 pagi kami berangkat dan di samping 'Pak sopir' ada 'navigator' yang memegang Hp untuk komunikasi dengan penumpang atau 'Pak sopir' di mobil yang lainnya. Kami sering banget sms or telpon-telponan hanya untuk menanyakan mau berhenti di tempat istirahat mana, mau ngisi bensin dulu, mau makan di rumah makan yang enak karena sudah waktunya makan dan lain-lain, atau sekedar menanyakan 'di sana masih ada makanan apaan?'. Seru juga ya . . . Jadi teringat sewaktu pulang kampung kemarin or mudik bareng githu . . .
Enak banget deh . . . bisa makan baso ramai-ramai, makan tahu sumedang ramai-ramai, dan capek juga ramai-ramai . . .
Sampai di Tasikmalaya sudah sore. Kami disambut dengan guyuran hujan yang deras. Setelah menemukan lokasinya, kami semua langsung disambut hangat oleh tuan rumah dan tidak berpikir panjang lagi seruan 'serrbbuuu' untuk makanan yang disajikan menambah semangat. Maklum, kami lapaaarrr bangettt nih. Enak lho makanannya. Ada ikan bakar, empal goreng, lalapan + sambalnya, emping, petai (bagi penyuka petai sih oke-oke aja :) dan bagi yang nggak doyan akan berkomentar iiihhh), dan jajanan pasar.
Setelah selesai beramah tamah, kami diantarkan ke rumah yang telah disediakan khusus untuk keluarga besar kami yang datang. Hebohhh banget deh . . . Karena sudah gelap . . . kami tidak dapat menikmati pemandangan sekitar dan hanya suara jangkrik dan kodok saja yang terdengar dengan jelasss. Benar-benar masih desa dan asri sih. Airnya dinggiinn banget karena letak desanya di kaki Gunung Galunggung wuih jauhh pisan euy he he he he. 'Para sopir' harus ekstra hati-hati untuk mengendara karena di kanan dan kiri jalan adalah sawah dan empang ikan. Jadi, tidak boleh selip or meleset sedikit pun supaya tidak terperosok (jalannya sempit dan masih berupa tanah). Lumayan deh buat uji nyali karena gelap dan sepi serta uji keahlian menyopir he he he he. Bagian yang terang hanya yang terkena sorot lampu mobil saja, selain itu gelap gulita boo.
Sebagian besar rombongan memilih untuk cuci muka saja karena tidak berminat mandi, sudah kemalaman dan airnya dingin bangettt (wuih rupa-rupa deh baunya ;( . . .).
Keesokan harinya, acara mandi di mulai. Dan yang kebagian jatah air hangat hanya Retsi. Enak ya kalau masih kecil diperhatikan banyak orang sampai air hangatnya sudah tersedia he he he, makasih ya Bu, sudah menyediakan air hangat untuk Retsi.
Ada yang aneh dengan kamar mandinya . . . ternyata, kamar mandinya tidak ada pintunya (weleh weleh ;( wowww). Jadi, diakali dengan membentangkan kain panjang sebagai pintu dan menempatkan 'penjaga' di dekat kamar mandi he he he he he he. 'Penjaga'nya harus dipilih. Jika yang masuk ke kamar mandi perempuan, 'penjaganya'nya ya perempuan dan sebaliknya. Tapi, kalau sudah suami istri ya gantian aja he he he he. Ibu sih mandinya jam 3.30 pagi, mumpung masih gelap dan tidak terlihat serta belum berebutan . . . Tapi, ya dag dig dug juga karena di dekat kamar mandi adalah sawah dan makam keluarga iiihhhh sereeem (nggak usah tengok kanan kiri langsung aja mandi kilat he he he he). Memang pengalaman mandi di sana agak unik.
Setelah semua siap, kami semua berangkat ke rumah pengantin karena acaranya mau dimulai.
Saat melakukan ijab kabul agak sedih juga karena kami semua teringat dengan bapak dan ibunya Tante Anis yang sudah meninggal (bapaknya Oom Deny juga sudah meninggal lho) . . . rata-rata sih semua menitikan air mata kecuali Retsi yang duduk tenang weleh-weleh he he he he, ya dia khan belum paham apa-apa . . . . Tapi, semua itu dilalui dengan baik dan akhirnya, semua tersenyum bahagia . . . Wah leganya . . . . Setelah acara resepsi selesai, rombongan kembali lagi ke Depok.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar