10 Juni 2009

Dari Pasar Rebo hingga Cibitung

Buku terjemahan ibu yang ditunda dulu entah sampai kapan karena sedang diperbantukan untuk mengerjakan proyek Depag dan proyek-proyek lainnya. I missed it. OOOhhhh mendingan baca ini deh daripada buku yang membuatku 'termehek-mehek' seperti sekarang ini (sedang mengerjakan naskah baru 'agama Islam' tapi isi dan bahasanya 'berantakan' banget menurut ibu).

Laskar terakhir MIPA plus Diman yang sedang memfoto. Sayang ya gelap karena blizt nya tidak digunakan. 'Mejeng' dulu sebelum ada pengumuman wajib lembur untuk proyek Depag.

Jaka Darma (seorang OB yang baik hati dan tidak sombong serta sering ngobrol dengan kita, ceile he he he he gubrakk) sedang membersihkan karpet saat kita semua juga bekerja. Oh ya, Jaka Darma juga sedang melanjutkan sekolah lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Patut diacungkan jempol nih untuk semangat belajarnya yang masih 'menyala-nyala'. Tetap semangat ya, Jaka.

Nasi uduk untuk sarapan ibu yang dibeli via menitip Rizky Amalia di dekat rumahnya. Lumayan kenyang karena nasinya banyak dan harganya murah hanya Rp3000 saja. Ayo, siapa yang mau nitip lagi? (Promosi nih Ki).

Sarapan paginya Tri Cahyani di kantor Cibitung, ketoprak yang dibeli via menitip Rizky Amalia di UKI.


Aktivitas penumpang bis Pasar Rebo - Cibitung saat bis mulai melaju di tol. Ada yang ngobrol, ada yang merokok diam-diam (takut dimarahin sama 'para penumpang wanita' karena bau asap dan bikin polusi), ada yang melihat pemandangan sepanjang perjalanan, ada yang sedang telepon atau sms via Hp, ada yang tidur, dan banyak lagi deh. Wajah-wajah pekerja keras yang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian, he he he he he. Sangat beruntung ya para penumpang bis jurusan ini karena tidak perlu berdesak-desakan seperti mobil juruisan lainnya, seperti mobil jurusan UKI - Cibitung. Maaf ya temans kalau mobil kalian membuat kalian harus bersempit-sempit ria he he he he (untuk temans jurusan UKI - Cibitung).

Ada Deniyati Sartika dan Ika Retno sebagai salah satu penumpang tetap bis jurusan Pasar Rebo - Cibitung.

Ada bubur kacang hijau dan ketan hitam di Pasar Rebo. Ehm, bubur ketan hitamnya enak banget lho. Teman-teman kantor juga pernah 'menitip' dibelikan bubur ini untuk sarapan di kantor atau dimakan saat snack time (pukul 15.00 atau pukul 11.00 WIB).

Ada bubur ayam di Pasar Rebo dan 'Si Abang' sudah mengenal kita sebagai salah satu pelanggan setianya.

Kebiasaan Wahyu Sumitra jika datang ke 'pangkalan' bis di Pasar Rebo adalah membeli air minum mineral yang akan menemaninya sarapan pagi di bis atau di kantor. Piissss man, he he he he. Ketahuan khan salah satu kebisaannya Wahyu.

5 komentar:

  1. Wah mbak andri jadi kangen neh ma kantor cibitung. HEhe

    BalasHapus
  2. aku nyengir bacanya mba...
    sama sekali gak kangen sama Cibitung yang kering kerontang, tapi sama suasana dan temen-temen yang baik semuanya...

    BalasHapus
  3. hehehe...dakuh kangen sama suasana mobil jemputan Ps. Rebo - Cibitung plus kangen sama temen2 Penerbitan.

    Ntuh tukang bubur ayam emang kenal kita mba. Kan kita bdua langganannya :D

    Salam wat semua penumpang bus Ps. Rebo ya mba...

    BalasHapus
  4. maaf estimasi perjalnan cibitung ps rebo berapa lama ya mba. . . dan ongkos angkutannya smp brp ya . .

    BalasHapus