08 Januari 2009

Like or Dislike?

Sayur rebung
Kemarin sore, ibu pulang ke rumah sendiri dan terpaksalah naik angkot. Bapak Rusli sedang lembur di kantor dan tidak tahu pulang jam berapa? Ehm, naik angkot itu lamaaa banget sampai rumahnya. Rute angkot yang mengitari perumahan dan harus ngetem dulu yang menyebabkan lamanya waktu di jalan. Sampai rumah jam 7 malam. Begitu sampai rumah, sudah disodori dengan permintaan bahwa hari ini kita akan masak sayur rebung oleh eyangnya Retsi. Haaaa, ibu hanya bisa melongo aja. Terus terang, ibu tidak begitu suka dengan rebung karena bau dan rasanya agak aneh. Ya sudah lah, akhirnya kita masak sayur rebung juga. Setelah selesai masak dan beres-beres rumah terutama dapur, ibu mandi. Tepat jam 8 lewat 10 menit, Retsi makan malam dengan menu sayur sop, telur dadar, dan kerupuk bulat putih (kerupuk kesukaannya nih). Ternyata, Retsi makannya tidak habis alias bersisa sedikit. Setelah dipertimbangkan, sisa makan Retsi ibu makan saja, khan sayang ya, masih banyak orang kelaparan kok kita buang nasi dan sayur. Lagipula Retsi kalau makan tidak diaduk-aduk sehingga sisa makannya masih bersih dan tidak terlihat 'seperti nasi sisa', he he he rapi bener ya . . .
Ibu hanya menambahkan sayur rebung yang tadi dimasak bersama dengan eyangnya Retsi (maklum masakan bersantan dan agak ribet, ibu kurang berkompeten nih). Setelah dicicipi ternyata rasanya enak dan tidak berbau aneh. Kok bisa ya?!?!? Ternyata, semua itu bergantung pada cara pengolahannya, ya.
Ini nih resepnya

Bahan:

  • 3 sendok makan minyak sayur
  • 2 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong halus
  • 300 gram rebung rebus, potong-potong kecil (sesuai selera)
  • 1,5 L santan encer
  • 500 ml santan kental
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 2 sendok makan bawang merah goreng

Bahan yang dihaluskan:

  • 4 buah cabai merah besar
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 cm kunyit
  • 1/2 sendok teh ketumbar, sangrai
  • 1/2 sendok teh lada butiran, sangrai
  • 2 sendok teh garam

Cara membuat:

  1. Tumis bumbu halus hingga wangi.
  2. Masukkan bumbu lainnya, aduk rata.
  3. Tuangi santan encer, masak dengan api kecil hingga mendidih.
  4. Masukkan rebung dan santan kental. Kemudian, aduk hingga mendidih dan matang.
  5. Setelah itu angkat dan jangan lupa matikan komponya jika tidak terpakai.
  6. Taburi bawang merah goreng. Sajikan hangat.

07 Januari 2009

I do

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin



Ya Allah, Izinkanlah Hamba

Ya Allah
Bila hamba bertemu dengan seseorang
dan hamba jatuh cinta
Izinkanlah hamba menjadi yang terbaik baginya
dan dia yang terbaik bagi hamba

Ya Allah
Bila Hamba menjadi suami seseorang
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya

Ya Allah
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur kepadaMu

Ya Allah
izinkanlah hati yang sangat halus ini tidak pernah merasa tersakiti
izinlanlah hati yang rentan ini tidak pernah merasa terkhianati

Ya Allah
jiwa kami ada dalam genggamanMu
maka izinkanlah jiwa kami selalu bertaut dalam cintaMu

Ya Allah
permintaan terakhirku, semoga kami berdua selalu berada dalam perlindunganMu

Ya Alloh andai semua layak bagi kami,
cukupkanlah permohonan kami dengan ridhoMu,
Jadikanlah kami sebagai suami istri yang saling mencintai di kala dekat,
saling menjaga kehormatan di kala jauh,
saling menghibur dikala duka,
saling mengingatkan dikala bahagia,
saling mendo'akan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
saling menyempurnakan dalam peribadatan

Ya Alloh sempurnakanlah kebahagian kami
dengan menjadikan perubahan ini sebagai ibadah kepada-Mu
dan bukti ketaatan serta cinta kami kepada Sunnah Rasul-Mu

Ya Allah
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,telah bersatu dalam dakwah-Mu,
telah berpadu dalam membela syari’at-Mu,
Kokohkanlah Yaa Allah ikatannya,
kekalkanlah cintanya, tunjukanlah jalan-jalannya
Penuhilah hati-hati ini
dengan Nur Cahaya-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan pada-Mu,
dan keindahan bertawakal pada-Mu
Nyalakanlah hati kami dengan ma’rifat pada-Mu
Matikanlah dia dalam syahid di jalan-Mu
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung
dan sebaik-baik penolong. Amin
Sampaikanlah kesejahteraan Ya Allah,
pada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,
keluarga, dan sahabat-sahabatnya,
dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.
Amien



Persahabatan dalam film dan buku 'Harry Potter'

Persahabatan
Pernah membaca buku atau menonton film Harry Potter? Persahabatan antara Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger adalah persahabatan yang 'indah'. Mereka saling mendukung, menemani, dan memberikan saran. Tidak peduli dengan keadaan yang terjadi, mereka tetap saling percaya dan jujur. Kejujuran adalah perbuatan yang sulit dilakukan meskipun untuk melakukannya terkadang mudah saja. Ehm, itulah kita sebagai manusia, yang terkadang tidak jujur. Tapi, jangan lupakan bahwa kejujuran itu penting meskipun akan pahit untuk melakukan dan mengatakannya . . .

Bacalah puisi yang disadur dari tulisan Khalil Gibran berikut.


Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

06 Januari 2009

Pulang ke Semarang

Perpustakaan Pusat dan Lembaga Penelitian Undip Tembalang (Widya Puraya)

Jalan ke Perpustakaan Pusat dan Lembaga Penelitian Undip Tembalang dari pintu gerbang

Simpang Lima, Semarang Bawah
Pulang ke Semarang seperti mengenang kembali saat kuliah dulu. Kota Semarang tidak seperti Jakarta. Semarang merupakan kota yang tidak penuh kemacetan seperti di Jakarta. Suasananya tidak hiruk pikuk, santai, panas, dan masyarakatnya ramah.
Ibu dan bapak keliling kota Semarang saat liburan lebaran tahun 2008. Kami mengunjungi banyak tempat yang dulu pernah kami kunjungi sewaktu tinggal di Semarang dan tidak lupa juga mampir ke Undip di Tembalang. Wah, banyak berubah sekali, ya wajah Undip dulu dan yang sekarang. Bangga juga lho melihat kondisi kampus yang sudah jauh lebih baik daripada sewaktu kami kuliah dulu. Lebih banyak fasilitasnya dan lebih baik, itu komentar bapak lho.
Menyusuri kota Semarang yang berbeda membuat kami lapar dan mampirlah kami ke Simpang Lima untuk mencari rumah makan. Ternyata, sudah banyak rumah makan dan restoran cepat saji sehingga membuat kami agak bingung memilihnya karena semuanya enak, he he he he.
Rasanya senang bisa mengenang kembali saat kuliah di Semarang . . . dengan datang langsung ke Semarang.
Kami juga mampir ke Banyumanik dan surprise . . . sudah banyak berubah. Daerah pinggiran Semarang yang dekat dengan Undip Tembalang ini tidak sama lagi dengan dulu. Daerah ini ramai sekali seperti kota mandiri saja karena semuanya sudah lengkap. Mulai dari rumah sakit, bank, atm, restoran cepat saji, supermarket, minimarket, pasar tradisional, sekolah, wartel, warnet, spa dan salon, pom bensin, warung kaki lima, wisma dan hotel serta terminal kecil. Beda sekali dengan saat kami kuliah
dulu .

Reflection

Reflection (Soundtrack Original Movie: Mulan)

Look at me
You may think you see
Who I really am
But you'll never know me
Every day, is as if I play apart
Now I see
If I wear a mask
I can fool the world
But I can not fool
My heart

Who is that girl I see
Staring straight back at me?
When will my reflection show
Who I am inside?

I am now
In a world where I have to
Hide my heart
And what I believe in
But somehow
I will show the world
What's inside my heart
And be loved for who I am

Who is that girl I see
Staring straight back at me?
Why is my reflection
Someone I don't know?

Must I pretend that i'm
Someone else for all time?

When will my reflection show
Who I am inside?

There's a heart that must
Be free to fly
That burns with a need
To know the reason why
Why must we all conceal
What we think
How we feel
Must there be a secret me
I'm forced to hide?
I won't pretend that i'm
Someone else

For all time
When will my reflections show
Who I am inside?
When will my reflections show
Who I am inside?



05 Januari 2009

Masih kisah Klan Otori


Kisah berawal dari sebuah pembantaian massal dilakukan oleh Iida Sadamu, pemimpin klan Tohan –klan yang paling berkuasa di Tiga Negara– terhadap semua penduduk Mino, sebuah desa terpencil hanya karena penduduk Mino adalah penganut ajaran Hidden. Hidden adalah sebuah kelompok masyarakat yang menganut paham keagamaan yang mempercayai adanya Tuhan tak kasat mata, menentang pembunuhan dan bunuh diri. Hal ini sangat berbeda dengan kepercayaan orang-orang dan para ksatria pada jaman itu. Semua penduduk Mino tewas kecuali seorang anak remaja yang berhasil lolos karena tanpa disadarinya ia dapat membelah tubuhnya menjadi dua. Nama anak remaja itu adalah Tomasu. Dalam sebuah pengejaran, Tomasu tiba-tiba diselamatkan oleh Lord Shigeru, pemimpin Klan Otori, musuh besar Klan Tohan, sampai akhirnya Tomasu diangkat anak oleh Lord Shigeru karena kemiripannya dengan adik Shigeru, Otori Takeshi yang telah dibunuh oleh Klan Tohan. Tomasu berganti nama menjadi Takeo. Takeo ternyata adalah keturunan dari Tribe, suku pembunuh yang memiliki kemampuan bela diri dan supranatural luar biasa, dan Takeo mewarisi kemampuan luar biasa itu dalam dirinya. Pada suatu malam, kemampuan itu terbukti ketika Shigeru diselamatkan oleh Takeo yang dengan indera pendengarannya yang sangat tajam memperingatkan Shigeru akan adanya seorang pembunuh bayaran yang tengah mengintainya. Pembunuh bayaran tersebut ternyata berasal dari suku Tribe. Menyadari kemampuan luar biasa Takeo, Shigeru membawanya ke Hagi untuk dilatih dan dipersiapkan menjadi pewaris Klan Otori serta sebuah rencana lain yang telah Shigeru persiapkan untuknya. Pengangkatan anak dan pewarisan Klan Otori kepada Takeo ditentang oleh petinggi klan Otori, termasuk yang paling keras menentang adalah Otori Shoici dan Otori Masahiro, paman Shigeru. Shigeru meminta Takeo untuk membunuh Iida diam-diam di kastilnya di Inuyama, karena hanya Takeo-lah yang bisa melintasi Nightingale Floor yang dipasang di sekitar kediaman Iida dengan kemampuan Tribe yang dimilikinya. Nightingale Floor adalah lantai yang bisa berbunyi dan bernyanyi nyaring bila seseorang berjalan di atasnya. Dan Takeo telah membuktikan kemampuannya saat ia mampu melintasi Nightingale Floor tanpa membuatnya bersuara di kediaman Shigeru. Di satu sisi, Iida Sadamu juga telah mempersiapkan rencananya sendiri untuk melenyapkan Shigeru dan klan Otori dari peta Tiga Negara. Dengan bekerjasama dengan kedua paman Shigeru yang licik, Iida menjodohkan Shigeru dengan Shirakawa Kaede, putri sulung dari Lord Shirakawa, pemimpin klan Shirakawa yang dijadikan tawanannya di kastil Noguchi. Kisah menjadi semakin pelik ketika pada suatu pertemuan, Takeo dan Kaede saling jatuh cinta. Sementara, Shigeru sebenarnya telah menjalin hubungan asmara dengan Lady Maruyama Naomi, pemimpin klan Maruyama.

Keadaan bertambah rumit dengan keterlibatan suku pembunuh Tribe yang mengetahui bakat dan kemampuan Takeo yang diwarisinya. Tribe hendak mengambil Takeo untuk dididik menjadi seorang pembunuh rahasia. Tribe tidak menghendaki seorang pun lepas dari bayang-bayang aturan suku rahasia yang telah dianut turun temurun. Sementara di satu sisi, kepentingan Shigeru atas Takeo sangatlah besar untuk membawa kedamaian di Tiga Negara.

Tarik menarik kepentingan antara Shigeru, Tribe dan Iida itulah kurang lebih isi dari buku pertama, Across The Nightingale Floor. Meskipun tokoh sentral adalah Tomasu –yang beralih nama menjadi Takeo– namun karakter Shigeru sangat kuat dan mendominasi. Meski pada akhirnya Shigeru meninggal dunia di tangan Iida Sadamu, namun pengaruhnya tidak akan pernah hilang baik pada diri Takeo maupun orang-orang di sekeliling Shigeru. Di sinilah mungkin letak kelebihan dan kekurangan Hearn. Di satu sisi, ia begitu kuat dalam menggambarkan karakter Shigeru, namun di sisi lain, penggambaran karakter Takeo, masih lemah, padahal Takeo-lah yang memegang kelanjutan kisah. Karakter Takeo mulai berkembang pada buku kedua, Grass For His Pillow.

Kisah pasca kematian Otori Shigeru dan Iida Sadamu dan pengaruhnya terhadap peta kekuasaan klan di Tiga Negara, menjadi kelanjutan kisah dalam Grass For His Pillow. Setelah Takeo membalaskan kematian Shigeru, sesuai janjinya kepada Tribe, Takeo memilih untuk mengikuti panggilan hidupnya sebagai seorang Tribe. Takeo meninggalkan Kaede dan meninggalkan statusnya sebagai seorang Otori dan berlatih bersama Tribe untuk meningkatkan kemampuannya. Di satu sisi, setelah kematian Lady Maruyama –pemimpin klan Maruyama– oleh rencana licik Iida, Shirakawa Kaede menjadi pewaris sah klan Maruyama karena ia-lah satu-satunya kerabat terdekat Lady Maruyama.

Melewati rentang waktu bersama Tribe, Takeo akhirnya mengetahui lebih banyak tentang identitas dirinya sendiri, tentang Tribe dan tentang ayah angkatnya, Shigeru yang ternyata menyimpan sebuah catatan rahasia tentang seluk beluk suku pembunuh Tribe. Catatan inilah yang diburu oleh Tribe demi keselamatan dan keamanan suku tersebut. Tribe memerintah Takeo untuk mengambilnya di rumah Shigeru. Lewat pergulatan batin yang begitu dalam, Takeo akhirnya memutuskan untuk lari dari Tribe setelah ia berhasil mengambil catatan Shigeru itu.

Dalam sebuah pelarian, Takeo diselamatkan oleh Jo-An, seorang gelandangan pemeluk ajaran Hidden, ajaran yang mempercayai adanya Tuhan Rahasia yang Satu dan menganggap semua manusia sama di hadapan-Nya. Oleh Jo-An, Takeo dipertemukan oleh seorang perempuan pertapa di gunung yang mengatakan ramalan tentang Takeo bahwa hanya Takeo-lah yang bisa membawa perdamaian di Tiga Negara. Ramalan perempuan suci juga terkait dengan lima peperangan yang harus dilalui Takeo sebelum kedamaian benar-benar terwujud: empat kali peperangan akan berakhir dengan kemenangan dan satu kali berakhir kekalahan; juga ramalan tentang kematian Takeo. Dengan bantuan beberapa orang kepercayaannya, termasuk Jo-An, Takeo akhirnya membangun kekuatan perang di Biara Terayama.

Sementara itu, Kaede berusaha untuk meyakinkan dirinya dan orang-orang di sekitarnya bahwa dia berhak untuk menjadi pewaris sah klan Maruyama dan ikut berperan dalam dunia para ksatria. Meski mendapat tentangan yang keras dari ayahnya sendiri dan bermacam-macam intrik yang melemahkannya, Kaede berusaha untuk tetap tegar dalam menghadapi keinginannya untuk tidak kalah dari laki-laki. Sambil menunggu Takeo menjemputnya, Kaede belajar untuk menjadi seorang perempuan yang kuat untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin klan.

Di buku ketiga, Brilliance Of The Moon, Takeo mulai menggerakkan pasukan dan kekuatan yang dimilikinya di biara Terayama keluar untuk mengambil hak istrinya Kaede dalam mewarisi wilayah Maruyama, sekaligus untuk mempersiapkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyerang Hagi guna mengambil haknya sebagai pewaris klan Otori, memenuhi amanat Otori Shigeru. Kematian Ichiro, guru Takeo yang dibunuh oleh kedua paman Shigeru yang licik, Shoichi dan Masahiro, semakin memperkuat tekadnya untuk merebut Hagi. Berbekal ramalan yang telah didengarnya dari perempuan suci, Takeo bermaksud menjalani “lima peperangan yang akan membayar perdamaian”.

Maruyama yang sebelumnya dipimpin oleh seorang perempuan (Maruyama Naomi) menyambut baik kedatangan Kaede dan pengambilan haknya sebagai pewaris Maruyama. Takeo dan pasukannya akhirnya membangun kekuatan di Kastil Maruyama sebelum melanjutkan rencananya untuk menyerang Hagi, dengan dibantu oleh gerombolan bajak laut yang menghuni pulau Oshima, sebuah pulau yang terletak di dekat Hagi. Bajak laut yang dipimpin oleh keluarga Terada juga mempunyai kebencian yang sama kepada Shoichi dan Masahiro, kedua paman Shigeru yang menguasai Hagi.

Sementara itu, keretakan mulai terjadi di kalangan suku Tribe, suku pembunuh yang memburu Takeo untuk mengambil kembali catatan Shigeru mengenai seluk beluk Tribe yang ada pada Takeo. Keluarga Muto dan Keluarga Kikuta, dua keluarga yang berpengaruh di Tribe, berselisih setelah Muto Yuki, anak perempuan Muto Kenji, ketua keluarga Muto yang juga guru Shigeru dan Takeo, dibunuh oleh Kikuta Kotaro, ketua keluarga Kikuta. Yuki dibunuh setelah ia melahirkan seorang anak laki-laki hasil hubungannya dengan Takeo.

Sebagai buku terakhir dari trilogi Kisah Klan Otori, Brilliance Of The Moon merupakan jawaban dari seluruh teka-teki yang telah muncul sejak dari buku pertamanya, Across The Nightingale Floor. Intrik-intrik mulai terkuak, rahasia-rahasia mulai jelas, teka-teki mulai terjawab, meskipun jawaban-jawaban itu akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan teka-teki yang masih mengambang. Teka-teki dan pertanyaan itulah yang akan terjawab di sequelnya, The Harsh Cry Of The Heron. Yang menarik, penulis sedikit mengambil latar masuknya senjata api ke jepang untuk pertama kalinya. Dikisahkan, perompak yang dipimpin oleh keluarga Terada telah membajak sebuah kapal milik orang kulit putih dan menemukan sepucuk senjata api.

Kemenangan pasukan Takeo atas pasukan Arai Daichi, lewat campur tangan gempa bumi seakan hendak mengukuhkan kemenangan Takeo sebagai keinginan surga, sebagaimana ramalan perempuan suci. Dengan kemenangan itu, klan Otori menjadi penguasa Tiga Negara dan Takeo menyatukan Tiga Negara dalam damai tanpa peperangan.

The Harsh Cry Of The Heron, mengambil latar 16 tahun setelah Lord Otori Takeo dan Kaede mulai memerintah Tiga Negara. Tiga Negara menjadi negeri yang damai, makmur dan sejahtera. Semua rakyat mencintai mereka. Takeo dan Kaede dikaruniai tiga putri yang cantik jelita dan menawan: si sulung Shigeko dan kedua adik kembarnya Maya dan Miki. Namun, hal ini tidak membuat hidup Takeo menjadi lebih tenang. Ia kembali teringat dengan ramalan perempuan suci. Ramalan perempuan suci yang pernah ditemuinya mengatakan bahwa ia akan mati di tangan putra kandungnya sendiri.

Sementara itu, Arai Zenko, putra Arai Daichi, yang oleh Takeo diberi kekuasaan di wilayah Kumamoto, ternyata masih menyimpan dendam kepada Takeo, yang telah mengakibatkan kematian ayahnya, Arai Daichi, yang tidak terhormat: tertembak oleh senjata api. Bersama dengan Hana, istrinya, yang juga adik kandung Kaede, ia mulai membangun kekuatan untuk merongrong kedamaian Tiga Negara. Ia bekerjasama dengan orang asing untuk mendapatkan pasokan senjata api, yang sangat dibatasi penggunaannya oleh Takeo. Zenko juga bersekongkol dengan Lord Kono, putra Lord Fujiwara yang merupakan kerabat Kaisar penguasa Delapan Pulau.

Kemakmuran dan kemajuan Tiga Negara ternyata juga mengundang kecemburuan dan kecurigaan Kaisar dan jendralnya, Lord Saga Hideki. Mereka bermaksud mengambil alih Tiga Negara dengan dalih bahwa kekuasaan Takeo atas Tiga Negara tidak sah. Takeo pun berencana pergi ke Miyako, ibukota kekaisaran untuk meminta restu Kaisar sekaligus melegalkan kekuasaannya atas Tiga Negara.

Di saat yang sama, kehadiran si kembar Maya dan Miki, dianggap kutukan oleh Kaede dan orang-orang yang masih belum menerima keberadaan anak kembar. Kaede sangat mengharapkan kehadiran anak laki-laki, sedang Takeo justru mengharapkan sebaliknya. Takeo mengkawatirkan kemampuan Tribe yang dimiliki oleh Maya dan Miki. Kemampuan keduanya membuat mereka mampu masuk ke dalam dunia lain: dunia bayangan, arwah dan hantu.

Di tempat lain, kebencian dan dendam keluarga Kikuta kepada Takeo tidak kunjung padam. Akio, ketua Kikuta -setelah kematian Kikuta Kotaro di tangan Takeo- bersekutu dengan Arai Zenko untuk menggiring Takeo kepada kematiannya. Hisao, anak laki-laki Takeo dari Yuki yang ada di bawah didikan Akio, dimanfaatkan oleh musuh-musuh Takeo setelah mereka mengetahui rahasia Takeo yang sebenarnya. Hisao ternyata memiliki kemampuan untuk mengendalikan arwah dan orang mati.

Sementara Takeo, Shigeko dan beberapa ksatria tangguh Tiga Negara: Sugita Hiroshi dan Miyoshi Gemba melakukan perjalanan ke ibukota untuk menemui Kaisar; Zenko, Hana dan Akio mulai melakukan aksinya untuk membalas dendam. Tiga Negara di ambang kehancuran. Kedamaian dan kemakmuran yang telah dibangun oleh Takeo dan Kaede berada diujung tanduk. The Harsh Cry of The Heron, sebagai buku terakhir menyambung trilogi Kisah Klan Otori, merupakan konklusi akhir dari seluruh kisah perjalanan Otori Takeo.

disadur dari jalaindra.wordpress.com

Ibu sudah baca keempat bukunya sebayak dua kali dan kisah yang paling mengharukan ada di buku terakhir, yaitu Harsh cry of the heron (nyanyian pilu burung bangau) . . . bagus banget latar ceritanya . . .

Tempe penyet


Pada liburan akhir tahun kemarin Bapak Rusli minta ibu belanja tempe yang dibungkus daun satu-satu (tempe bungkus), maksudnya tempenya bukan tempe bungkus yang besar lho, tapi bungkusan yang kecil-kecil. Ternyata, Bapak mau bikin tempe penyet. Hasilnya tidak mengecewakan. Meskipun pedas, tetapi enak (mungkin dimasaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang, ya he he he). Masalah bumbunya belum tanya secara rinci karena ibu hanya makan saja, he he he. Wah, kejutan banget ya karena Bapak Rusli bisa masak enak lho . . .