13 April 2012

Menunggu . . . .



Kapan ya Pizza nya datang??? Kok lama sekali ya??? Nah daripada bete, lebih baik foto-foto aja ya.
Meskipun tidak terlalu semangat juga untuk difoto.

Waktu Itu . . . .



With Meilany, My Best Friend





Sahabatku adalah tetesan embun pagi

Yang jatuh membasahi kegersangan hati
Hingga mampu menyuburkan sanubari dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang di angkasa raya
Yang menemani rembulan berduka
Hingga mampu menerangi gulita semesta dalam keceriaan

Sahabatku adalah pohon dengan seribu dahan
Yang memayungi terik matahari tak tertahankan
Hingga mampu memberikan keteduhan dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
Kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah mata air telaga
Yang jernih mengalir tiada henti
Hingga mampu menghapuskan dahaga dalam kesegaran pikiran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
Yang menyirami bumi yang berdebu
Hingga mampu membersihkan hati yang penuh amarah dalam kesucian

Sahabatku adalah intan permata
Yang berkilau indah tiada tara
Hingga mampu menebar pesona jiwa dalam keindahan

Wahai burung yang terbang tinggi
Ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

Bawalah cintaku kepadanya hingga mengarungi dua hati

Cinta bawalah hatiku terbang tinggi jauh melintasi dua jiwa

Aku selalu merindukannya

20 Februari 2012

Changi Airport, Singapore




Pertengahan Februari 2012, Ibu mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Negeri Singa. Wah, memang bersih dan tertib, ya. Bandaranya saja kinclong dan sepertinya tidak perlu bawa cermin jika akan mengulaskan bedak atau bermake up. Hanya menundukkan wajah saja ke lantai dan "tara" sudah bisa memoleskan bedak deh he he he :D (ini bukan saran yang bagus, ya). Waktu itu kesempatannya sempit sekali. Acaranya padat karena berangkat dari Indonesia pun sudah terbirit-birit dan itu pun sudah sangat lumayan (daripada lu manyun khan he he eh) karena diantar oleh sopir teman yang kebetulan ada perlu dengan ibu (kita tukeran laptop he he he nggak banget deh), ya khan microsoftnya harus asli, sedangkan punyaku "aspal" pisan he he he. Lupa juga membawa kamera karena yang diingat hanya barang yang diperlukan untuk di sana :D. Sampai di bandara dijemput dengan teman beserta keluarganya, mereka ramah sekali dan sangat bersahabat. So, ibu numpang deh di rumah teman tersebut he he he :D asikkk gratisan lagi. Besok paginya, baru deh ke kantor "X" dengan diantar teman dan bla bla bla semuanya oke. Everything is ok. Lega rasanya karena first step telah dilewati dengan baik. One Step Closer. Untuk mengobati karena nggak bawa kamera, ya udah ibu sisipkan foto-foto Negeri Singa yang diambil dari internet he he he (satu lagi kalau kehabisan dan mati gaya :D). Ya, mirip seperti itulah bandara di sana (ya, iyalah masa beda wong googlingnya saja ketik Changi Airport he he he :D)
Pulangnya Hari Minggu pagi dengan diantar sekeluarga juga dan sampai di Indonesia dengan selamat terus langsung ke TMII karena ada acara Reuni Akbar di sana dan ibu sudah terdaftar sebagai peserta yang harus datang (jiaaahhh khan sudah bayar mahal masa nggak datang sayang duitnya he he he). Sampai rumah sudah sore dan capek. Nah sekian dulu ceritanya ya. Untuk cerita-cerita "pekerjaan di kantor X" nanti saja lah kalau sudah sukses he he he kalau masih awal disimpan dalam hati dulu he he he (doakan saja agar semuanya berjalan baik, amin). See U Next Time.

30 Desember 2011

Saat Mudik





Lebaran lalu, kami berangkat hari Selasa pagi setelah mendengarkan pengumuman pemerintah malam harinya bahwa hari raya adalah hari Rabu. Ups, ya sudahlah. Berangkat di pagi hari tanpa ada halangan yang berarti. Jalan raya Pantura sepi. Enak sekali karena tidak macet dan tidak ada rombongan kendaraan berat seperti truk gandeng dan bus luar kota. Alhamdulillah, kami sampai di Semarang jam 3 sore. Istirahat sejenak di Taman KB dekat SMAN 1 Semarang sambil makan tahu gimbal dan es campur he he he (maaf ya kami sudah tidak puasa di hari itu). Setelah itu, berkeliling kota Semarang bawah dari Undip hingga jalan Pemuda he he he kalau Simpang Lima pasti lah tidak dilewatkan :D. Nostagila ehh nostalgia :D Lalu lanjut ke rumah ibu di Jepara. Sampai sana masih jam 7 malam, wesssss takjub sendiri nih, biasanya tengah malam baru sampai sana jika mudik lebaran. Bersyukur sekali bisa selamat hingga tujuan dan kembali ke Jakarta dalam keadaan selamat dan sehat juga. Untuk urusan oleh-oleh, pastinya banyak nih, silahkan mampir jika mau oleh-oleh pulang kampung he he he.

Jepara Water Park

Foto Bersama keluarga besar Ibu Sri Wahjuni dan Bapak (Alm) Mashuri di depan Water Park Jepara yang berbentuk penyu. Semuanya ikut serta berjalan-jalan ke sana, kecuali Mas Rendra dan Rahman (mereka jaga rumah sih, he he he he, ya siapa tahu ada tamu jauh yang datang khan). Mungkin, lain kali bisa ikut berjalan-jalan bersama semuanya.



Sudah capek keliling water park, sudah sore dan matahari mulai terbenam. Waduhhh, sudah nggak mood untuk berfoto-foto ria karena sudah lusuh dan kucel he he he :D

Retsi tetap semangat untuk berkeliling water park naik kereta mobil.
Lebaran kemarin, kami jalan-jalan ke SeaWorld nya Jepara. Ehmmm, kalau dibandingkan dengan Taman Air Tawarnya TMII ya nggak seberapa sih, apalagi kalau dibandingkan dengan Sea World nya Ancol, Wessshhhh kalah jauh deh (he he he maaf, ya bukan merendahkan lho :)). Ya, harap maklum saja. Mungkin yang datang dan berkunjung ke sana sebagian besar adalah penduduk setempat dan sekitarnya. Jika ada pendatang yang berkunjung ke sana, ya mungkin bertepatan dengan liburan panjang saja atau kebetulan sedang pulang kampung he he he. Nggak pa pa lah, meskipun tidak selengkap dan seheboh yang di Ancol, tempat hiburan seperti ini tetap menyenangkan. Kami bisa kumpul-kumpul bareng dan jalan-jalan bareng. Asyik khan :D